Monday, August 23, 2010

'Ramadhan al-Mubarak'

Khutbah Rasulullah S.A.W. ketika menjelangnya Ramadhan

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalammualaikum Warahmatullah,

Berikut merupakan wasiat Baginda Rasulullah SAW pada malam terakhir bulan Sya’ban, tatkala menyambut datangnya bulan Ramadhan-

"Wahai manusia!

Sungguh telah datang kepada kalian bulan Allah yang membawa berkah, rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia di sisi Allah. Hari-harinya paling utama. Malam-malamnya paling utama. Detik demi detiknya paling utama. Inilah bulan di mana kalian diundang menjadi tetamu Allah dan dimuliakan oleh-Nya.

Pada bulan ini nafas-nafas kalian menjadi tasbih, tidur kalian ibadah, amal-amal kalian diterima dan doa-doa kalian dikabulkan. Mohonlah kepada Allah, Tuhan kalian, dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Dia membimbing kalian untuk melakukan puasa dan membaca Kitab-Nya. Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah pada bulan agung ini.

Bersedekahlah kepada kaum fakir dan miskin. Muliakanlah orang tua. Sayangilah yang muda. Sambungkanlah tali persaudaraan. Jagalah lidah. Tahanlah pandangan dari apa yang tidak halal untuk kalian pandang. Peliharalah pendengaran dari apa yang tidak halal untuk kalian dengar.

Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosa. Angkatlah tangan-tangan kalian untuk berdoa pada waktu solat. Itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah ‘Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih. Dia menyahut mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyahut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa-doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.

Wahai manusia!

Sesungguhnya diri kalian tergadai kerana amal-amal kalian. Oleh kerana itu, bebaskanlah dengan beristighfar. Belakang-belakang kalian berat kerana beban (dosa). Maka dari itu, ringankanlah dengan memperpanjangkan sujud.

Ketahuilah! Allah SWT bersumpah dengan segala kebesaran-Nya, bahawa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang solat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan-Nya.

Wahai manusia!

Siapa saja di antara kalian memberi makan (untuk berbuka puasa) kepada orang-orang Mukmin yang berpuasa pada bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang hamba dan diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu.

Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah diri kalian dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.

Wahai manusia!

Siapa yang memperbaiki akhlaknya pada bulan ini, ia akan berhasil melalui sirath al-mustaqim pada hari ketika kaki-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) pada bulan ini, Allah akan meringankan persoalan-Nya pada Hari Kiamat. Siapa saja yang menahan keburukannya pada bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa sahaja yang memuliakan anak yatim pada bulan ini, Allah akan memuliakannya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang menyambungkan tali silaturahmi pada bulan ini, Allah akan menghubungkannya dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Siapa saja yang memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya.

Siapa saja yang melakukan solat sunat pada bulan ini, Allah akan mencatatkan baginya kebebasan dari api neraka. Siapa saja yang melakukan solat fardhu, baginya pahala seperti melakukan 70 solat fardhu pada bulan lain. Siapa saja yang memperbanyak selawat kepadaku pada bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangannya ringan. Siapa saja pada bulan ini membaca satu ayat al-Quran, pahalanya sama seperti mengkhatamkan al-Quran pada bulan-bulan yang lain.

Wahai manusia!

Sesungguhnya pintu-pintu syurga dibukakan bagi kalian. Kerana itu, mintalah kepada Tuhan kalian agar tidak pernah menutupkannya bagi kalian. Sesungguhnya pintu-pintu neraka tertutup. Kerana itu, mohonlah kepada Tuhan kalian untuk tidak akan pernah membukakannya bagi kalian. Sesungguhnya syaitan-syaitan terbelenggu. Kerana itu, mintalah agar mereka tak lagi pernah menguasai kalian.

Wahai manusia!

Sesungguhnya kalian akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkatan, iaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Bulan yang mana Allah telah menjadikan puasanya suatu kefardhuan, dan qiyam pada malam harinya suatu tathawwu’.

Siapa saja yang mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu amal kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan satu kefardhuan di dalam bulan yang lain.

Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya syurga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan dan bulan Allah memberikan rezeki kepada Mukmin di dalamnya.

Siapa saja yang memberikan makanan berbuka kepada seseorang yang berpuasa, yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikit pun berkurang.

Inilah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Siapa saja yang meringankan beban dari hamba sahaya, nescaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.

Kerana itu, perbanyakkanlah empat perkara pada bulan Ramadhan: dua perkara untuk mendatangkan keredhaan Tuhan kalian, dua perkara lagi yang sangat kalian perlukan. Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahawa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampunan kepada-Nya. Dua perkara yang sangat kalian perlukan ialah memohon syurga dan perlindungan dari neraka.

Siapa saja yang memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, nescaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Nya, dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam syurga." [HR Ibnu Khuzaimah]

Wallahualam

Tuesday, July 06, 2010

~Aurat Wanita~

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalammualaikum Warahmatullah

Dengan Nama Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Berkuasa

Diceritakan oleh Sayyidina Ali RA.; Adalah pada suatu hari masuk aku ke dalam rumah Nabi SAW. dan ada sertaku isteriku, Siti Fatimah RA. Maka tatkala aku dekat dengan pintu, maka sabda Nabi SAW.

"Siapa yang dipintu itu?"

Maka sahut Siti Fatimah;

"Kami dengan suami kami, Ali. Hamba datang untuk menghadap engkau ya Rasulullah".
Maka tatkala Rasulullah membuka pintu bagi kami, tiba-tiba kami dapati akan Nabi hal keadaannya menangis akan sebagai tangis yang sangat.
Maka kataku(Sayyidina Ali RA.) baginya;

"Penebusmu [adalah] aku, engkaulah bapaku dan ibuku Ya, Rasulullah. apakah yang menyebabkan engkau menangis?"

Maka sabda Rasulullah SAW.;

"Bahawa sesungguhnya telah aku lihat pada malam mikraj, beberapa perempuan daripada umatku di dalam siksa yang amat sangat. Maka sangatlah salah pekerjaan mereka itu., kerana itulah yang menyebakan aku menangis kerana keadaan mereka yang tersangat siksa".

Berkata Sayyidina Ali RA.;

"Ya, Rasulullah, bagaimanakah engkau lihat akan keadaan mereka itu?"
Maka sabda Rasulullah SAW.;

Telah aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; dan
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; dan

Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung dengan dua kakinya pada hal terikat lagi terlipat dan telah mengeluarkan segala malaikat yang menyiksa itu dengan dua tangannya daripada pihak belakang lalu dilumurkan minyak tanah pada badannya dan dituangkan air panas ke dalam lehernya; dan
Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya. (Ada pun buah zaqqum itu adalah buah kayu di dalam neraka yang amat pahit dan apabila memakan mereka itu akannya, nescaya menggelegak (mendidih) segala isi perut mereka itu, dan otak dan gusi mereka itu dan keluar lidah apinya daripada mulut mereka itu) dan

Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung pada hal memakan ia akan daging dirinya manakala api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia(perempuan) akan darahnya; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. Di dalam kerongkongnya api neraka pada hal keluar otak daripada kepalanya dan lagi mengalir ke dalam hidungnya dan segala badannya itu amat busuk lagi berputar-putar(menggelupur) seperti terkena penyakit yang besar; dan
Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya dipotong segala daging badannya daripada hadapan hingga ke belakang daripada segala anggota dengan gunting api neraka; dan

Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya hitam segala mukanya dan dua susunya dan api memakan isi perutnya; dan lagi

Aku lihat seorang perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai dan di atasnua itu beribu-ribu warna daripada azab; dan

Aku lihat pula seorang perempuan atas rupa anjing dan api neraka itu masuk daripada bawah duburnya dan keluar daripada ia{api} daripada mulutnya dan segala malaikat itu memukul mereka itu akan kepalanya dan badanya dengan pemukul api neraka.

Kata Sayyidina Ali RA;
Maka berdirilah Siti Fatimah RA. kepada Nabi SAW. lalu berkata;

"Hai kekasihku dan cahaya mataku, khabarkan olehmu apa dosa-dosa mereka itu hingga jatuh atas sekelian mereka itu dengan berbagai-baga siksaan itu?"

Maka sabda Nabi SAW.;

Ada pun perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; maka bahawa sesungguhnya ia tiada mahu menutup rambutnya daripada lelaki yang haram memandang dia,

Dan adapun perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; maka bahawa sesungguhnya ia menyakiti akan suaminya.

Dan adapun seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya; maka sesungguhnya ia memberikan air susu suaminya [kepada bayi yang lain] dengan tiada izin suaminya.

Dan adapun perempuan yang yang tergantung dengan dua kakinya di dalam kerongkongan api nereka itu; maka bahawa sesungguhnya ia keluar rumah dengan tiada izin daripada suaminya.

Dan adapun perempuan yang tergantung dan memakan ia akan tubuhnya dan api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; maka bahawa sesungguhnya ia memperhiasi tubuhnya kerana orang lain dan tiada memperhiasi bagi suaminya.

Dan adapun perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia akan darahnya; bahawa sesungguhnya ia di dalam dunia tiada hendak bersuci badannya dan tiada hendak mandi junub dan haid dan daripada nifas dan meringan-ringan akan sembahyang.

Dan adapun perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. yang di dalam kerongkongan api neraka; maka bahawa sesungguhnya ia mendatangkan daripada anak zina dan ditambatkan kepada batang leher suaminya. (perempuan yang menduakan suaminya hingga mendapat anak zina dan dinyatakan anak itu adalah hasil daripada suaminya).

Dan adapun perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai; maka sesungguhnya ia sangat mengadu-ngadu (adu domba/batu api) lagi amat dusta.

Dan adapun perempuan yang seperti rupa anjing dan api masuk ia ke dalam mulutnya dan keluar ia daripada duburnya; maka bahawa sesungguhnya ia adalah sangat membangkit akan manusia (mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan) lagi banyak dengki mendengki



Berkaitan dengan hukum aurat perempuan secara jelasnya telah dinyatakan oleh Allah Taala dalam Al-Qur'an sebagai satu perintah dan kewajipan yang harus dilaksanakan oleh hambaNya yang mukmin mengikut keadaan dan situasi yang tertentu. Adalah menjadi satu kemestian "WAJIB" bagi setiap wanita akur dengan perintah Allah untuk memakai menutup kepala mereka dan jika perlu termasuk juga mukanya tanpa banyak soal dan tanpa alasan-alasan yang bodoh. Kiranya ada di antara mereka yang ingkar dengan perintah yang sudah termaktub dalam Kitabullah, ingatlah siksaan Allah adalah amat keras buat mereka!!!!!!. Sebagai melaksanakan kewajiban untuk menyebarkan yang HAQ ini, maka suluk bentangkan di sini dalil dan nas yang berkaitan dengan KEWAJIPAN MENUTIP AURAT bagi setiap wanita Islam yang mengaku beriman dengan Kitab Allah dan Rasulnya. Antaranya ialah sebagaimana berikut;

Nas Pertama

"Dan katakanlah kepada perempuan-perempuan yang beriman supaya menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka kecuali yang zahir daripadanya; dan hendaklah mereka menutup belahan leher bajunya dengan tudung kepala mereka; dan janganlah mereka memperlihatkan perhiasan tubuh mereka melainkan kepada suami mereka, atau bapa mereka atau bapa mertua mereka atau anak-anak mereka, atau anak-anak tiri mereka, atau saudara-saudara mereka, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang lelaki, atau anak bagi saudara-saudara mereka yang perempuan, atau perempuan-perempuan Islam, atau hamba-hamba mereka, atau orang gaji dari orang-orang lelaki yang telah tua dan tidak berkeinginan kepada perempuan, atau kanak-kanak yang belum mengerti lagi tentang aurat perempuan; dan janganlah mereka menghentakkan kaki untuk diketahui orang akan apa yang tersembunyi dari perhiasan mereka; dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, supaya kamu berjaya." [Surah An-Nur:31}

Nas Kedua

"Wahai Nabi, suruhlah isteri-isterimu dan anak-anak perempuanmu serta perempuan-perempuan yang beriman, supaya melabuhkan pakaiannya bagi menutup seluruh tubuhnya (semasa mereka keluar); cara yang demikian lebih sesuai untuk mereka dikenal (sebagai perempuan yang baik-baik) maka dengan itu mereka tidak diganggu. Dan (ingatlah) Allah adalah Maha Pengampun, lagi Maha Mengasihani." [Surah Al-Ahzab:59]

Wednesday, April 28, 2010

Renung-renugkanlah dan Bersyukurlah pada Ilahi

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalammualaikum Warahmatullah....


Dengan Nama Allah yang Maha Penyayang lagi Maha mengasihani..








Setiap manusia seharusnya selalu mengingati nikmat yang Allah kurniakan kepada anda. Kerana nikmatNya telah meliputi dari hujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki, kesihatan badan, keamanan negara, hutan belantara, udara dan air, serta masih banyak lagi lainnya adalah nikmat yang telah diberikan Allah kepada anda.


Sekiranya kalian menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kalian tidak akan dapat menghitungnya. (Ibrahim:34)


Demikian besar nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada anda. Dunia ini, beserta apa yang ada di dalamnya telah diciptakan Allah untuk anda, tetapi anda tidak pernah menyedarinya;anda menguasai kehidupan, tetapi tidak pernah mengetahuinya.





Dia telah memberikan nikmat-nikmatNya secara sempurna kepada kalian, baik zahir mahupun yang batin. (Luqman:20)


Anda telah diberi sepasang mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.


Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang layak anda dustakan?(Ar-Rahman:13)






Apakah anda mengira bahawa, berjalan dengan kedua kaki itu merupakan sesuatu yang biasa, padahal masih banyak manusia lain yang tiada mempunyai kaki? Apakah anda mengira bahawa berdiri tegak di atas kedua betis itu merupakan sesuatu yang mudah, padahal masih banyak manusia lain yang kehilangan kedua betisnya? Apakah anda merasai nikmatnya tidur dengan memejamkan kedua mata, sementara masih banyak manusia lain yang tidak dapat tidur kerana sakit yang menanggungnya?



Pernahkan anda merasa nista ketika anda dapat menjamu makanan yang lazat dan minuman yang sejuk, sementara masih banyak orang lain yang tidak dapat makan dan minum hanyak kerana penyakit yang mereka deritai? Renungkanlah! Betapa besarnya fungsi pendengaran, di mana Allah menjauhkan anda dari ketulian;penglihatan anda akan terhindar dari kebutaan; dan ingatlah kulit anda yang cantik yang terhindar dari penyakit gatal dan kudis.

Perhatikanlah juga fungsi Otak Anda! Apakah anda ingin menggantikan mata anda dengan emas sebesar gunung Uhud? Inginkah anda menjual pendengaran anda seharga perak satu bukit? Apakah anda mahu membeli istana-istanah yang menjulang tinggi dengan lidah anda, namun anda bisu? Apakah anda mahu menukar kedua tangan anda dengan butiran-butiran permata dan berian, tetapi tangan anda kudung?

Anda sebenarnya telah meraup kenikmatan yang tiada terhitung dan kesempurnaan tubuh badan, tetapi sayangnya anda tidak menyedarinya. Bahkan anda hidup dalam ketidakpastian dan terperangkap dalam kesedihan, padahal anda masih memiliki roti yang segar untuk disantap, air yang segar untuk diteguk, dapat tidur dengan nyenyak, dan kesihatan anda yang stabil.

Anda seringkali memikirkan sesuatu yang telah hilang, sehingga anda lupa mensyukuri apa yang ada di hadapan anda. Anda merasa sedih kerana kekurangan material, padahal anda masih memiliki kunci kebahagiaan, memiliki setompok kebaikan, kenikmatan, dan masih banyak yang lainnya. Oleh kerana itu, renungkanlah dan bersyukurlah!


Pada diri kalian juga terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah.Apakah kalian tidak memperhatikannya? (Adz-Dzariyat:21)

Lihatlah diri anda, keluarga, tempat tinggal, pekerjaan, kesihatan, sahabat, dan dunia sekeliling anda.




Dan janganlah termasuk didalam golongan: Mereka mengetahui bahawa semua nikmat yang ada berasal dari Allah, tetapi mereka mengingkarinya.(An-Nahl:83)















Friday, February 26, 2010

'Salam Maulidur Rasul'

Assalammualaikum Warahmatullah...

Dengan Nama Allah, Tuhan yang Maha ESA...
















Sempena perayaan Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. pada tahun 1431 H / 2010 M ini, apakah yang telah kita lakukan untuk menunjukkan bahawa kita menyayangi dan mencintai Rasulullah S.A.W?? Sesungguhnya Rasulullah sangat menyayangi umat-umat Baginda termasuklah dengan umat-umat yang Baginda tidak berkesempatan untuk berjumpa (iaitu KITA SEMUA...) Malah ketika Baginda hampir wafat, perkara yang disebutnya ialah "umatku, umatku, umatku..". Jadi bersama-samalah kita reflect diri kita -layakkah kita menjadi umat Baginda sekiranya kita tidak menyayangi dan mencintai Baginda!?

Bagaimanakah caranya kita hendak menujukkan bahawa kita menyayangi Rasulullah S.A.W? Adakah cukup dengan sekadar berselawat ke atas Baginda??

Di bawah ini adalah beberapa perkara yang mesti kita lakukan sekiranya kita mengaku menyayangi dan mencintai Rasulullah S.A.W.:



BERADAB DENGAN RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan rasulNya dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah a-Hujuraat: ayat 1).

Firman Allah Taala bermaksud: Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan rasul (Rasulullah S.A.W) di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu. (Surah an-Nur: ayat 63).



MENTAATI RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul (Rasulullah S.A.W) dan jaganlah kamu batalkan amal-amal kamu. (Surah Muhammad: Ayat 33).

Firman Allah Taala bermaksud: Dan apa jua perintah yang dibawa oleh rasul (Rasulullah S.A.W) kepada kamu maka terimalah serta amalkan dan apa jua yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. (Surah al-Hasyr: ayat 7).

Firman Allah Taala bermaksud: Katakanlah (Wahai Muhammad): Taatilah kamu kepada Allah dan rasulNya. Oleh itu, jika kamu berpaling (menderhaka) maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir. (Surah ali-Imran: ayat 32).



BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikkan) kepada Nabi (Muhammad S.A.W), wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya. (Surah al-Ahzab: ayat 56).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Orang yang bakhil ialah mereka yang disebut namaku akan tetapi ia tidak berselawat kepadaku. (Riwayat al-Baihaqi).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Sesiapa yang berselawat kepadaku sekali maka Allah akan selawat kepadanya sepuluh kali. (Riwayat Muslim).



MENGASIHI RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Katakanlah (wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutlah daku nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi. (Surah ali-Imran: ayat 31).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Demi jiwaku berada di bawah kekuasaan Allah, seseorang kamu tidak beriman sehinggalah dia mencintaiku (Rasulullah S.A.W) lebih daripada kecintaannya kepada anaknya, ayahnya dan manusia keseluruhannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Tiga perkara sesiapa yang memiliki tiga perkara tersebut maka ia memiliki kemanisan iman: Mencintai Allah dan rasulNya lebih daripada cinta kepada perkara lain... (Riwayat Bukhari dan Muslim).



MENGIKUT SUNNAH RASULULLAH S.A.W.

Firman Allah Taala bermaksud: Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredhaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat serta ia pula menyebut dan mengingat Allah banyak-banyak (dalam masa sysah dan senang). (Surah al-Ahzab: ayat 21).

Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Sesiapa yang menghidupkan sunnah daripada sunnahku yang telah ditinggalkan selepas aku maka sesungguhnya baginya pahala seumpama pahala orang yang melakukannya tanpa sedikitpun berkurangan sementara sesiapa yang mengadakan bidaah yang sesat yang tidak diredhai Allah dan rasulNya baginya dosa seumpama dosa-dosa yang dilakukan mereka di mana tidak sedikitpun berkurangan. (Riwayat al-Tarmizi dan Ibnu Majah).



MARILAH
kita bersama-sama mengingati dan menghayati sirah baginda S.A.W. dan seterusnya mengikuti serta mentaati segala ajaran yang telah dibawakan oleh Rasulullah S.A.W. kepada kita bukan sahaja untuk sekali setahun tetapi setiap masa...



Tuesday, January 26, 2010

Gotong-royong Santai

Assalammualaikum Warahmatullah...
Dengan Nama ALLAH Yang Maha Pemurah lagi Maha Mengasihani..


Pada pagi ahad, bersamaan dengan 24 Januari 2010, lujnah tarbiah telah mengadakan program ‘Gotong-royong Santai’ yang bertujuan untuk merapatkan ukhwah dalam kalangan ahli-ahli lujnah tarbiah..


Masa : 8.15 pagi-10.15 pagi
Tempat: Pusat Islam al-Hidayah
Catatan: 8 orang hadir bersama pemantau


Program tersebut dimulakan dengan membuat liqa’ dan kata-kata aluan daripada ketua lujnah tarbiah, akhi Rafizi. Selepas itu, ahli-ahli lujnah bersarapan bersama-sama dalam talam...bacaan doa oleh akhi Nizam..( dalam hendak bersarapan, akhi Rafizi menekankan bahwa suapan pertama setiap ahli hendaklah diberikan pada sahabat...)(^_^)


Kemudian program diteruskan lagi dengan sesi mengemas surau al-Hidayah. Ahli-ahli lujnah dibahagikan kepada 2 iaitu muslimin mengemas tempat muslimin dan muslimat mengemaskan tempat muslimat...



































Keadaan surau selepas dikemas....




Setiap ahli bertungkus-lumus dalam mengemaskan rumah yang paling dicintai iaitu rumah ALLAH S.W.T...masing2 tidak mengenal penat lelah demi mendapat keredhaan dari-NYA...


Akhirnya tibalah di penghujung program...(T_T)(masing2 rasa sedih....) Walaubagaimanapun, Alhamdulillah.... syukur pada ALLAH S.W.T, prpgram Gotong-royong santai lujnah tarbiah ini berjalan dengan lancar dan objektifnya tercapai....


Sebelum bersurai, Ketua Lujnah membuat ‘round table’ bagi setiap ahli mengekspreskan diri masing-masing...Di samping itu, pemantau lujnah tarbiah, akhi Ehsan menasihatkan agar setiap ahli untuk cuba menjadi ‘inventor dakwah’ agar amalan setiap ahli boleh sentiasa di’update’ ..

Insya’ALLAH, program-program seperti ini akan dijalankan lagi bagi merapatkan lagi hubungan silaturrahim diantara ahli-ahli lujnah....

Sesungguhnya ALLAH S.W.T sangat menyukai amalan ini dimana Rasulullah S.A.W pernah bersabda:

“Sesungguhnya akar tunjang yang kukuh sekali ialah kamu mencintai (seseorang) kerana Allah dan membencinya kerana Allah juga”

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Al-Bara bin Azibr.anhuma.