Wednesday, August 12, 2009

..: HikmAh, rAhSia dAn KhAsIaT sUrAh-sUraH daN aYaT-aYaT aL-QuRaN aL-kArim::.



(1) BISMILLAH (Dengan nama Allah)

Barangsiapa membaca sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, nescaya terpelihara dari godaan dan gangguan syaitan, dari bencana
manusia dan jin, daripada kecurian dan kebakaran, dan daripada kematian terkejut. Dan barangsiapa membaca sebanyak 50 kali
diahadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada
pembaca.

(2) SURAH AL-FATIHAH (Pembukaan)

Barangsiapa membacanya sebanyak 41 kali diantara sembahyang sunatnya, nescaya permintaannya di perkenankan, jika sakit lekas sembuh dan nescaya dikasihi oleh makhluk dan ditakuti oleh musuh. Barangsiapa membaca 20 kali sesudah tiap-tiap sembahyang fardhu, nescaya rezkinya dilapangkan oleh Tuhan dan bertambah baik keadaannya, serta bercahaya rohaninya.

(3) AYAT AL-KURSI (Kekuasaan Allah)

Barangsiapa membacanya sekali selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya terpelihara dari tipudaya dan ganguan syaitan.
Dengan membacanya, seorang yang miskin akan menjadi kaya, dan jika dibaca ketika hendak tidur nescaya akan terselamat dari kecurian, kebakaran dan kekaraman. Barangsiapa sentiasa membaca ayat Al-Kursi, nescaya Allah akan kurniakan kepada ahli rumahnya kebaikkan yang tidak terhitung banyaknya. Barangsiapa berwudhuk lalu membaca sekali, nescaya Allah Akan meninggikan darjatnya setinggi 40 darjat dan Allah akan mendatangkan para malaikat menurut bilangan hurufnya, seraya berdoa untuk
si pembaca sehinggalah ke hari Qiamat. Dan tersebut dalam hadith yang lain: Barangsiapa membacanya ketika hendak tidur, nescaya Allah akan membuka pintu rahmat baginya hingga kesubuh, dan mengurniakan kota nur menurut bilangan rambut dibadannya. Jika si pembacanya meninggal dunia pada malam itu, ia dikira mati syahid. Hadith yang lain mengatakan: Barangsiapa membacanya selepas setiap sembahyang fardhu, nescaya akan terpelihara dari kekerasan malakul-maut, dan Allah sendiri yang mencabut rohnya, dan dia akan dibangkitkan bersama para Mujahid yang berjihad beserta para Anbiya hingga ia gugur mati Syahid.
Imam Jaafar Shadiq r.a. mengatakan: Barangsiapa membaca sekali, nescaya Allah akan menghindar darinya 1,000 kesukaran duniawi, yang terkecil sekali ialah kemiskinan dan kepapaan, dan 1,000 kesukaran ukhrawi, yang terkecil sekali ialah azab neraka.

(4) SURAH AL-BAQARAH (Sapi Betina)

Barangsiapa membaca dua ayat terakhir dari surah ini (Amanarrasulu) sebelum tidur, ia akan terselamat dari segala bala bencana dan mara bahaya.

(5) SURAH ALI-IMRAN (Keluarga Imran)

Barangsiapa membaca tiga ayat yang pertama dari surah ini, Nescaya ia akan mencapai kesihatan dari segala penyakit dan terselamat dari gangguan jin.

(6) SURAH AN-NISSA' (Perempuan)

Barangsiapa yang membaca ayat yang ke 75 dari surah ini, nescaya ia akan terselamat dari kejahatan para penjahat.


(7) SURAH AL-MAIDAH (Hidangan)

Barang siapa membaca ayat yang ke 7 dari surah ini, sebanyak yang mungkin selama 3 hari berturut -turut, insya Allah akan terselamat dari was-was semasa wudhu dan sembahyang. Barang siapa membaca ayat 89 hingga ayat 101 dari surah ini, keatas air lalu diberi minum kepada orang yang bercakap dusta, nescaya ia tidak akan bercakap dusta lagi.

(8) SURAH AL-AN'AM (Binatang Ternak)

Barang siapa membacanya sebanyak 7 kali, nescaya akan terhindar dari segala bala bencana. Jika ayat 63 dan 64 dari surah ini,dibaca oleh penumpang kapal, ia akan terselamat dari karam dan tenggelam.


(9) SURAH AL-A'RAAF (Benteng Tinggi)

Barang kali membaca ayat 23 dari surah ini, selepas tiap-tiap sembahyang fardhu, lalu beristighfar kepada Allah, nescaya akan terampun segala dosanya. Barang siapa membaca ayat 47 dari surah ini, ia akan terpelihara dari kekacauan para penzalim serta ia
akan mendapat rahmat Allah.

(10) SURAH AL- ANFAL (Rampasan)

Barang siapa membaca ayat 62 dan 63 dari surah ini, nescaya dia akan di cintai dan dihormati oleh sekalian manusia.


(11) SURAH AL-BARAAH (AT-TAUBAH) (Pemutus perhubungan)

Barangsiapa membacanya, nescaya akan terselamat dari kemunafiqan dan akan mencapai hakikat iman. Barang siapa membaca ayat 111 dari surah ini, dikedai atau ditempat-tempat perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu.


(12) SURAH YUNUS (Yunus)
Barangsiapa membaca ayat 31dari surah ini, keatas Perempuan yang hamil, nescaya ia melahirkan anak dalam kandungannya itu dengan selamat. Barangsiapa membaca ayat 64 dari surah ini, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk dan mengigau.


(13) SURAH AL-HUD (Hud)

Barang siapa membaca, nescaya ia akan mendapat kekuatan dan Kehebatan serta ketenangan dan ketenteraman jiwa. Barang siapa membaca ayat 56 dari surah ini, pada setiap masa, nescaya ia akan terselamat dari gangguan manusia yang jahat dan binatang yang liar. Barang siapa membaca ayat 112 dari surah ini, sebanyak 11 Kali selepas tiap-tiap sembahyang, nescaya akan mencapai ketetapan hati.


(14) SURAH YUSUF (Yusuf)

Barang siapa membacanya, akan di murahkan rezekinya dan diberikan kemuliaan kepadanya. Barang siapa membaca ayat 64 dari surah ini, ia akan terhindar dari kepahitan dan kesukaran hidup.Barang siapa membaca ayat 68 dari surah ini, nescaya Allah akan
mengurniakan kesalehan kepada anak-anaknya.

(15) SURAH AR-RA'D (Petir)

Barang siapa membaca ayat 13 dari surah ini, ia akan terselamat dari petir. Dan barangsiapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya Penyakit jantungnya akan sembuh.

(16) SURAH IBRAHIM (Ibrahim)

Barang siapa membaca ayat-ayat 32 hingga 34 dari surah ini, nescaya anak-anaknya akan terhindar dari perbuatan-perbuatan syirik dan bida'ah.

(17) SURAH AL-IIIJ'R (Batu Gunung)

Barang siapa membaca 3 ayat yang terakhir dari surah ini, ke atas perempuan yang selalu anak kandungannya gugur, nescaya anak kandungannya itu akan terselamat, dari gugurnya.

(18) SURAH BANI ISRAIL (anak-anak Israil)

Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang bercakap gagap insya Allah akan hilang gagapnya itu.
Barang siapa membaca ayat 80 dari surah ini, ketika ia pulang dari perjalanan, nescaya dia akan dimuliakan dan dihormati oleh orang-orang yang setempat dengannya.


(19) SURAH AL-KAHF (Gua)

Barang siapa membacanya, akan terhindar dari kemiskinan dan kepapaan. Barang siapa membacanya pada malam Jumaat, nescaya dia akan mendapat rezeki yang murah.


(20) SURAH MARYAM (Maryam)

Barang siapa membacanya, nescaya akan mendapat kejayaan di dunia dan di akhirat.

(21) SURAH THAAHAA (Hai Manusia)

Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan mengurniakan kepadanya ilmu pengetahuan dan akan tercapai segala maksudnya.
Barang siapa membaca ayat-ayat 25 hingga 28 sebanyak 21 kali, tiap-tiap hari selepas sembahyang subuh nescaya otaknya akan cerdas dan akalnya akan sempurna.

(22) SURAH AL ANBIYA (Nabi-Nabi)

Barang siapa membaca ayat 83 dari surah ini, nescaya dia akan mendapat sebesar-besar pangkat di sisi Allah s.w.t .

(23) SURAH AL-HAJ (Haji)

Barang siapa membacanya, Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.

(24) SURAH AL-MU'MINUN (Orang-orang Mukmin)

Barang siapa membacanya ke atas air, lalu diberi minum kepada orang yang selalu minum minuman keras,nescaya dia tidak akan meminumnya lagi. Barang siapa membaca ayat 28 dari surah ini, nescaya perahunya akan terselamat daripada karam dan rumahnya akan terselamat dari kecurian dan serangan musuh.

(25) SURAH AN-NUUR (Cahaya)

Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari mimpi-mimpi yang buruk. Barang siapa membaca ayat 35 dari surah ini,pada hari Jumaat sebelum sembahyang Asar, nescaya dia akan disegani oleh orang ramai.

(26) SURAH AL-FURQAN (Pembaca)

Barang siapa membacanya sebanyak 3 kali ke atas air yang bersih, lalu air itu dipercikkan di dalam rumah, nescaya rumah itu akan terselamat dari gangguan binatang-binatang yang liar dan ular-ular yang bisa.


(27) SURAH ASY-SYU A'RA (Ahli-ahli Syair)

Barang siapa membaca ayat 130 dari surah ini, sebanyak 7 kali dengan senafas ke atas orang-orang yang digigit oleh binatang-binatang yang berbisa nescaya akan hilang bisa-bisa itu.


(28) SURAH AN-NAML (Semut)

Barang siapa membacanya nescaya nikmat-nikmat Allah akan kekal kepadanya.


(29) SURAH AL-QA-SHASH (Cerita)

Barang siapa membacanya ke atas pekerja-pekerjanya, nescaya Mereka tidak akan mencuri dan mengkhianat. Barang siapa membaca ayat-ayat 51 hingga 55 dari surah ini, Nescaya otaknya akan cergas, akalnya akan sempurna dan budi pekertinya akan
halus.

(30) SURAH AL-ANKABUT (Labah-labah)

Barang siapa membacanya, nescaya demamnya akan sembuh. Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari gelisah dan keluh kesah.

(31) SURAH AR-RUM (Rum)

Barang siapa membacanya, nescaya Allah akan membinasakan orang yang hendak menzaliminya.


( 32) SURAH LUQMAN (Luqman)

Barang siapa membacanya, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit terutama dari penyakit-penyakit perut. Barang siapa membaca ayat 31 dari surah ini, nescaya akan terselamat dari bencana banjir.

(33) SURAH AS-SAJ DAH (Sujud)

Barang siapa membaca ayat-ayat 7 hingga 9 dari surah ini, ke atas kanak-kanak yang baru lahir, nescaya ia akan terhindar dari segala-gala penyakit ruhani dan jasmani.


(34) SURAH AL-AHZAB (Golongan-golongan)

Barang siapa membaca ayat-ayat 45 hingga 48 dari surah ini, nescaya ia akan mendapat kemuliaan dan kehormatan sejati. Dan barang siapa membaca ayat-ayat 60 hingga 66 dari surah ini, nescaya Allah akan membinasakan musuh-musuhnya.


(35) SURAH SABA' (Saba')

Dengan membacanya, terselamatlah ia dari segala-gala bala bencana, terutamanya dari rosaknya tanam-tanaman.

(36) SURAH FAATHIR (Pencipta)

Barang siapa membaca ayat-ayat 29 dan 30, nescaya Allah Akan memberkati perniagaannya


(37) SURAH YAASIIN (Hai Manusia)

Nabi kita Muhammad s.a.w bersabda : "Tiap-tiap sesuatu Mempunyai hati dan hati Al-Quran ialah surah Yaasiin." Yaasiin kerana Allah, nescaya akan terampun segala-gala dosanya kecuali dosa syirik.." Dalam satu hadith yang lain Baginda s.a.w bersabda:
"Hendaklah kamu membaca surah Yaasiin ke atas pesakit-pesakitmu yang menghadapi sakaratul-maut, nescaya Allah s.w.t akan meringankan kekerasan sakaratul-maut itu." Dalam satu hadith yang lain pula Baginda s.a.w bersabda : "Aku ingin benar, agar surah
Yaasiin ini dihafaz oleh tiap-tiap umatku." Barang siapa membacanya sebanyak 41 kali, pasti akan tercapai segala hajat dan cita-citanya.
Barang siapa membacanya sebanyak 21 kali pada malam Jumaat, Lalu berdoa istghfar untuk kedua ibu bapanya, nescaya dosa kedua ibu bapanya akan diampunkan oleh Tuhan. Barang siapa membaca sekali ketika membuka kedai atau perniagaan, nescaya akan maju perniagaannya itu. Barang siapa membacanya sekali pada awal malam, andaikata ia mati pada malam itu, mesti ia mati syahid. Barang siapa membacanya sekali selepas tiap-tiap sembahyang Jumaat, nescaya ia akan diselamatkan dari siksa kubur.
Jika dibacanya oleh seorang askar, ketika ia hendak turun kemedan peperangan, Allah akan mengurniakan kepadanya keberanian dan kegagahan, serta naiklah ketakutan pada musuh -musuhnya. Hikmat-hikmat dan khasiat-khasiat surah Yaasiin ini banyak benar didapati di dalam kitab-kitab hadith tetapi cukuplah setakat ini untuk diamal oleh anda sekalian.

(38) SURAH ASH-SHAAFFAAT (Yang Berbaris)


Barang siapa membacanya, insya Allah in akan terpelihara daripada gangguan jin.

(39) SURAH SHAAD (Shaad)

Dengan membaca ayat 42 dari surah ini, nescaya akan mendapat kebahagian sejati.


sesungguhnya Allah yang berkuasa untuk menyembuhkan sesuatu..bergantung kepada sejauh mana kita bergantung kepada-NYA..selamat beramal..

Friday, August 07, 2009

..: TakKan Masih PuaSa OrAnG aWaM ??:..


Perbezaan puasa orang awam dengan orang soleh

~ sejauh mana keberkatan Ramadhan itu dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk meningkatkan ilmu, iman dan tingkatan nafsu kepada yang lebih baik.
~sejauh mana kelebihan bulan ini dapat dirasai kesannya pada rohani dan pembentukan peribadi.
~lapar dan dahaga orang soleh menambahkan lagi iman dan menundukkan nafsu


CIRI-CIRI PERBEZAAN

1. Orang soleh mengutamakan amalan hati di samping bersungguh-sungguh dengan amalan anggota lahir. Ketika mulut dan perutnya berpuasa , hatinya turut berpuasa – tidak membenci orang.

2. Orang soleh , ibadatnya dibuat secara bersungguh-sungguh supaya ‘menjadi’ iaitu beri kesan kepada hati dan peribadi, serta bertambah dekat dengan Allah.

3. Orang soleh , bangun tidur saja sudah ingat Tuhan dan segera bangkit untuk tunaikan kewajipan kepada Allah.

4. Orang soleh , puasanya menjadi satu mata rantaian dari rantaian ibadah-ibadah yang pelbagai serta pelengkap pengabdian diri kepada Tuhan.
~dipakejkan dengan solat fardu di awal waktu, solat sunat, sedekah, baca Quran, berzikir, memaafkan orang, lemah lembut dan berkasih sayang dengan orang lain, serta menjauhi segala yang haram dan makruh.

5. Orang soleh apabila lapar akan ingat pada orang yang susah yang tiada makanan dan sempit hidupnya.

6. Orang soleh , puasanya menundukkan nafsu dan menguatkan jiwa kepada takwa.
~berbuka dengan juadah sekadarnya
~nafsu makin tunduk dan lemah kesan dari puasa.

7. Orang soleh waktu berbuka, hatinya antara takut dan harap kerana dia tidak tahu apakah puasanya diterima atau tidak.

8. Orang soleh melihat dosa seperti gunung yang hendak menghempap kepalanya
~apabila berbuat dosa, segera bertaubat lantaran ingat firman Allah.” Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu..” (Ali Imran : 133)

9. Orang soleh sentiasa terdorong untuk memperbanyak taubat dan beristighfar kerana rasa berdosa apabila terlalai dari mengingati Allah.

10. Orang soleh menjadikan malam sebagai waktu untuk bersunyi-sunyi dengan Allah.
~terdorong untuk bangun malam dan menikmati keindahannya pada solat tahajud dan munajat

11. Orang soleh sentiasa ingat mati dan tidak panjang angan-angan
~merindukan kematian untuk bertemu dengan Allah

Tidak mahukah kita menjadi orang soleh, orang bertakwa atau termasuk dalam golongan Ashabul Yamin (golongan kanan))?

Renungan buat ana juga sebagai hamba Allah…
Salam menyambut Ramadhan Karim…..

Thursday, August 06, 2009

..: KeIsTiMEwAaN SyA'BaN :..


Kesibukan Umat Islam mengerjakan amal ibadah dalam sepanjang bulan Rejab, seharusnya diteruskan dengan amalan bulan ibadah dalam bulan Sya’ban. Ini disebabkan bulan Sya’ban juga penuh dengan keberkatan dan kebaikan, termasuk berbagai-bagai fadhilat dan kelebihannya.

Ini menepati maksud sebuah hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a, sabda baginda bermaksud :


“Rejab adalah bulan Allah, Sya’ban adalah bulan ku (Rasulullah) dan Ramadhan adalah bulan umatku.

Ketiga-tiga bulan itu hendaklah dihayati dan dimanfaatkan sebaik-baiknya sebagai usaha pelaburan yang amat menguntungkan pada hari akhirat kelak.

FADHILAT DAN KELEBIHAN SYA’BAN

Terdapat banyak hadis Rasulullah SAW mengenai fadhilat dan kelebihan bulan Sya’ban bagi mereka yang berusaha memanfaatkannya dengan mengerjakan berbagai amalan ibadah.

Sayidatina Aisyah r.a. menyatakan , tidak pernah Rasulullah SAW berpuasa lebih banyak melainkan dalam bulan Sya’ban (selain bulan Ramadhan) ; sesungguhnya baginda SAW telah berpuasa sebulan penuh. (Hadis riwayat Bukhari dan Muslim)


Sayidina Aisyah r.a menceritakan, Rasulullah SAW telah bersabda :
Sesungguhnya Allah Taala turun pada malam pertengahan (nisfu) Sya’ban ke langit dunia dan mengampunkan dosa-dosa orang yang lebih banyak dari bilangan bulu-bulu kambing Bani Kalb) (Hadis riwayat At-Tirmizi dan Ibnu Majah )

Rasulullah bersabda yang bermaksud :
“Sya’ban adalah bulanku dan Ramadhan adalah bulan umatku. Sya’ban mengkafarahkan (menghapuskan) dosa dan Ramadahan menyucikan dosa (jasmani dan rohani)”

Sabda Rasulullah SAW bermaksud, apabila tiba malam Nisfu Sya’ban, maka pada malam tersebut berjagalah kamu dengan mendirikan solat , beribadat dan berpuasa pada siangnya.

Allah SWT berfirman, “ Sesiapa yang meminta ampun maka Aku mengampunkannya, mereka yang ditimpa bala bencana Aku lepaskannya, mereka ynag meminta rezeki Aku berikan rezekinya.”

Sabda Rasulullah SAW bermaksud bahawa Allah SWT memerhatikan hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Sya’ban, maka diampunkan dosa sekalian makhluk –Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang tidak mahu bercakap sesama saudaranya (sesama orang Islam ).

FADHILAT DAN KELEBIHAN PUASA SYA’BAN

Puasa hari Isnin
Sebuah lagi Hadis Rasulullah SAW yang diriwayatkan oleh Abdullah r.a., bermaksud sesiapa yang berpuasa pada hari Isnin yang terakhir dalam bulan Sya’ban akan diampunkan dosanya.

Puasa hari Khamis
Mereka yang berpuasa sunat pada hari Khamis pertama bulan Sya’ban dan Khamis terakhir bulan Sya’ban, akan dimasukkan ke dalam syurga.

Puasa sehari
Mereka yang berpuasa sunat sehari dalam bulan Sya’ban, akan diharamkan tubuhnya dari api neraka dan masuk syurga.

Puasa Tiga Hari
Mereka yang berpuasa sunat tiga hari dalam bulan Sya’ban dan berselawat ke atas Nabi SAW sebelum berbuka puasa, akan diampunkan dosanya dan diberkati rezekinya.

Puasa sebulan Sya’ban
Mereka yang dapat menyempurnakan puasa sunat sebulan Sya’ban maka akan dimudahkan Allah semasa sakaratul maut, terlepas dari azab kubur , ditutupkan Allah aibnya pada hari kiamat dan diwajibkan baginya syurga.


Malam Nisfu Sya’ban

Fadhilat dan kelebihan membaca yaasiin

Pada malam Nisfu (pertengahan) Sya’ban digalakkan membaca Surah Yaasiin tiga kali, sama ada individu atau berjemaah di mana jua;
1. Bacaan Yaasiin pertama, niatkan memohondipanjangkan umur untuk mentaati segala perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Kemudian diikuti membaca doa di bawah: *

2. Bacaan Yassin kedua: niatkan memohon dipanjangkan umur untuk mentaati segala perintah dan menjauhi larangan-larangan Allah. Kemudian diikuti membaca doa di bawah.*

3. Bacaan Yaasiin ketiga, niatkan memohon ditetapkan iman yang sempurna sehingga meninggal kelak. Kemudian diikuti membaca doa di bawah.*



*Doa Setiap Kali Selesai Membaca Yaasiin Malam Nisfu Sya’ban.

“ Dengan nama Allah, yang Maha Pemurah dan Penyayang. Segala puji bagi Allah. Tuhan yang memiliki alam, dan Selawat dan Salam atas semulai-mulia Rasul, junjungan kami Muhammad dan atas keluarga dan sahabat beliau sekaliannya. Ya Allah yang mempunyai kurnia dan tidak dikurnia bagi-Nya, Ya Tuhan yang Maha Besar dan Maha Mulia, ya Tuhan yang Maha Mempunyai nikmat dan pemberian, tiada Tuhan melainkan Engkau, Engkau tempat memohon perlindungan dan meminta pertolongan yang ketakutan. Ya Allah, andai kata ada Engkau telah menulis dan mencatat aku di dalam Ibu Kitab (Azali) seorang yang celaka, atau seorang yang tidak akan diberi nikmat kurnia, atau seorang yang akan dikutuk atau yang rezekinya disulitkan, maka mohonlah aku, kiranya dihapus dengan kurnia-Mu, ya Allah akan kecelakaanku, keharamanku, kena kutuk dan kesempitan rezeki itu. Kiranya tetapkanlah aku di dalam Ibu-Kitab itu menjadi seorang yang bahagia, beroleh rezeki dan beroleh taufik untuk segala kebaikan, kerana Engkau telah berfirman dan perkataan-Mu itulah yang sebenar-benarnya di dalam Kitab yang telah Engkau turunkan kepada Nabi Muhammad yang dirasulkan iaitu: “ Allah boleh menghapuskan apa-apa yang disukainya dan pada sisi Ummul-Kitab.”

Ya Tuhanku, dengan merendah diri ke hadrat-Mu pada malam nisfu Sya’banyang mulia ini, yang padanyalah ditetapkan, diputuskan segala urusan yang penting, kami memohon kiranya diangkatkan daripada kami segala bala, baik yang kami ketahui atau yang tidak kami ketahui dan Engkaulah Tuhan yang maha gagah dan maha Mulia. Dan kami mohonkan rahmat Allah kiranya dicurahkan ke atas junjungan kami Nabi Muhammad dan atas keluarganya dan sahabatnya sekalian. Segala puji tertentu bagi Allah, Tuhan pentadbir seluruh alam.

Digalakkan juga untuk solat sunat, beristighfar, berselawat dan berzikir.
Selamat beramal..semoga amalan pada bulan ini dapat di bawa untuk menyambut kedatangan bulan Ramadhan…

Dirujuk daripada: Buku Kelebihan Amalan Bulan Rejab, Sya’ban, Ramadhan, oleh Haji Johari Haji Alias, terbitan Darul Nu’man, ms 24-41

Monday, December 22, 2008

Tidak Sah Solat Berjamaah Jika Saf Putus

Menjaga saf dan merapatkan saf di dalam solat merupakan suatu permasalahan yang kian terabai. Ramai di kalangan masyarakat hari ini, mengambil mudah dalam hal ini sebagaimana yang banyka berlaku di masjid-masjid dan surau-surau sekeliling kita.


Saf-saf solat yang kelihatan renggang, tidak sekata. Lebih mengecewakan apabila para imam sendiri tidak ambil peduli berkenaan hal ini. Terdapat hadith Rasulullah S.A.W dan athar para sahabat yang menitikberatkan persoalan merapatkan saf ini dan ada antara hadith-hadith ini berbentuk ancaman dan balasan bagi jemaah yang tidak merapatkan saf.

Daripada Anas bin Malik, Rasulullah S.A.W bersabda:

“Luruskan saf-saf kamu, sesungguhnya meluruskan saf itu sebahagian dari kesempurnaan solat”

(Riwayat al-Bukhari)

Daripada Anas bin Malik:

“Adalah Rasulullah S.A.W memalingkan wajah baginda kea rah kami (menoleh ke arah kami) sebelum baginda bertakbir seraya berkata: luruskan dan betulkan saf kalian.”

(Riwayat al-Bukhari)


Daripada Nu’man bin Bashir telah berkata:

“Rasulullah S.A.W selalu membetulkan saf kami seperti membetulkan anak panah, sehingga kami benar-benar faham akan kepentingan membetul dan meluruskan (saf). Pada suatu hari ketika baginda solat bersama-sama kami sedang baginda hamper bertakbir terlihat seorang lelaki yang berkedudukan dadanya mengereng saf, lantaran baginda bersabda: “Wahai hamba-hamba Allah sama ada kamu betul dan luruskan saf-saf kamu atau Allah S.W.T memalingkan wajah-Nya daripada wajah-wajah kamu.”

(Riwayat Muslim, kitab: al-Solah)

Anas r.a ditanya ketika tiba di Kota Madinah:

“Apa yang kamu ingkari dari perbuatan kami sejak peninggalan Rasulullah S.A.W ?” Dia menjawab: Tidak ada perbuatan kalian meluruskan saf-saf kalian.”

(Riwayat al-Bukhari)

Berdasarkan hadith-hadith tersebut jelas bahawa kesempurnaan solat bergantung kepada kesempurnaan saf di dalam solat. Solat yang ditunaikan tanpa meneliti kepada kelurusan saf serta tautannya dengan saf-saf yang lain akan menghilangkan fadhilat solat berjamaah.

Yang paling malang ialah Allah memalingkan wajah-Nya daripada golongan yang tidak mempedulikan kesempurnaan saf. Sedangkan solat yang ditunaikan adalah untuk menghadap Allah Taala, suatu komunikasi antara hamba dan penciptanya secara langsung, tetapi malangnya Allah memalingkan rahmat dan kasih sayang-Nya kerana kita lalai menjaga saf.


Sekiranya saf terputus dari imam tanpa alasan syarie, maka solat jamaah itu tidak sah. Sesungguhnya solat secara berjamaah itu ganjaran pahalanya 27 kali ganda berbanding solat secara sendirian. Oleh itu, jangan disebabkan kita tidak menjaga saf semasa solat membatalkan pahala yang besar tersebut. Renung-renungkanlah.

Oleh Ustaz Farid Ravi Abdullah

Tuesday, December 09, 2008

Pengorbanan Terbesar Alam Ini


Hari Raya Aidiladha datang lagi. Namun di sebalik kemeriahan menyambut Aidiladha, adakah kita sedar akan peristiwa besar di sebaliknya. Peristiwa pengorbanan Nabi Allah, Nabi Ibrahim a.s dan isterinya, Hajar serta anak mereka, Nabi Ismail a.s. Ia merupakan kisah tentang ketaqwaan, kisah tentang keimanan, kasih sayang dan kisah tentang ketaatan antara makhluk dan Pencipta. Maka seharusnya pada hari yang mulia tersebut kita seharusnya mempertingkatkan amal dan taqwa di samping mengenang dan menghargai pengorbanan besar nabi Allah, Ibrahim, firman Allah dalam Surah al-Haj:

“Daging dan darah binatang korban atau hadiah itu sekali-kali tidak akan sampai kepada allah,tetapi yang sampai kepada allah,tetapi yang sampai kepadanya ialah amal yang ikhlas,yang berdasarkan takwa daripada kamu.Demikianlah dia memudahkan binatang-binatang itu bagi kamu supaya kamu membesarkan allah kerana mendapat nikmat petunjuknya.Sampaikanlah berita gembira (dengan balasan yang sebaik-baiknya) kepada orang yang berusaha supaya baik amalannya.” (Al-Hajj 37)

Oleh itu, bersamalah kita menambah baik amalan-amalan kita untuk memperolehi matlamat darjah ketakwaan yang tinggi ini. Lebih-lebih lagi melaksanakan amalan bertakbir dan berkorban dengan penuh keikhlasan semata-mata kerana Allah dihari raya korban aiduladha ini selama empat hari, mulai hari ini sehingga 13 zulhijjah.

Berdasarkan ayat dalam Surah al-Hajj yang,kita fahami bahawa kita disuruh untuk memperbanyakkan amalan bertakbir untuk membesarkan allah s.w.t seperti takbir dalam azan, takbir dalam solat,takbir menyambut kelahiran bayi dan banyak lagi perkara-perkara yang disunatkan kita bertakbir termasuk hari raya. Namun itu sedikit sekali jika dibandingkan dengan kurniaan allah yang melimpah-ruah kepada kita. Malah ada juga dikalangan kita yang tidak mahu bertakbir,membesarkan Allah. Sebaliknya masih mengutamakan dan membesarkan pekerjaan dunianya sahaja. Mereka lupakan allah yang mengurniakan kesenangan kepadanya dan menyelesaikan banyak masalah, kenapakah ia tidak mahu bertakbir dan membesarkan Allah?.Kenapakah berat lidah untuk memuji Allah s.w.t?

Makam Nabi Ibrahim a.s


Sahabat-sahabat,

Teringat kisah sirah Nabi Ibrahim, pengorbanan Nabi Ibrahim sekeluarga ialah pengorbanan yg tiada tolak bandingnya. Pengorbanan ini bukan setakat wang ringgit atau apa sahaja harta yang kita korbankan.Namun apa yang lebih penting ialah berkorban apa sahaja demi mematuhi dan menjunjung perintah Allah. Perintah ini dilaksanakan dengan penuh keikhlasan tanpa memikirkan hasilnya dan dengan penuh keyakinan tanpa ada sedetik keraguan. Inilah pengorbanan yang dilakukan oleh kekasih Allah, Nabi ibrahim a.s, isterinya tercinta Hajar dan anaknya tersayang,Ismail a.s. Pengorbanan ini dibuat dengan penuh rasa keimanan dan keyakinan kepada Allah, walau pun apa yang dilakukan dalam keadaan penuh penderitaan, kepayahan dan kesedihan, namun apa yang dilakukan adalah satu perintah Allah s.w.t.


Oleh itu,Nabi Ibrahim sekeluarga dengan ikhlas, redha dan sabar melaksanakannya juga walaupun ia perlu meninggalkan isteri tercinta yang baru melahirkan anak yang sekian lama ditunggu-tunggu sehinggalah umurnya 89 tahun. Ditinggalkan pula dipadang pasir yang gersang,panas terik, tidak ada air, tiada manusia dan tanpa bekalan makanan yang banyak.Namun ini perintah allah, Nabi Ibrahim tetap mendahulukan pelaksanaannya sebagaimana firman allah;

"Ibrahim pula berkata : aku hendak (meninggalkan kamu) pergi kepada tuhanku (berhijrah dari negeri kafir),dia akan memimpinku (ke jalan yang benar)".
(As-Saafat ayat 99)

Oleh kerana pemergiannya atas perintah Allah yang mentadbir sekalian alam, maka Nabi Ibrahim berserah kepada Allah apa yang berlaku kepada mereka berdua walaupun ia tahu kelaparan,dahaga,panas terik matahari dan kesejukkan di malam hari yang akan ditempuhi oleh isteri dan anaknya. Walaupun isterinya mengharap agar suaminya tidak meninggalkannya, tetapi apabila suaminya menjelaskan bahawa ini adalah perintah Allah, akhirnya isterinya sabar menerima takdir ini dan yakin kepada allah bahawa allah tidak akan membiarkannya. Lalu pergilah Nabi Ibrahim a.s bersendirian untuk berdakwah untuk menyebarkan Islam dan mencari kebenaran sambil berdoa untuk isteri dan anaknya. Doa ini dirakamkan dalam Surah Ibrahim dengan maksudnya,

"Wahai tuhan kami!, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian dari zuriat keturunanku disebuah lembah yang tidak ada tanaman,disisi rumahmu yang diharamkan mencerobohinya.Wahai tuhan kami,(mereka ditempatkan disitu) supaya mereka mendirikan sembahyang (dan memakmurkannya dengan ibadat).Oleh itu ,jadikanlah hati sebahagian dari manusia tertarik kepada mereka,(supaya datang beramai-ramai ke situ), dan kurniakanlah rezeki kepada mereka dari berbagai jenis buah-buahan dan hasil
tanaman,semoga mereka bersyukur".

Ibadat Wuquf di Arafah

Hajar sebagai seorang ibu dan isteri tabah dan bulat hati menyerahkan nasibnya kepada Allah ditempat tandus ini. Hajar dan anak kecilnya makan dan minum dengan bekalan yang ada, namun akhirnya kehabisan.Tinggallah seorang ibu dan anak dalam kelaparan dan dahaga menempuh penderitaan yang amat perit dipadang gersang ini. Dengan kepanasan terik yang ada, hanya air mata yang bercucuran menanggung segala derita. Hajar meninggalkan anaknya di dataran rendah untuk mencari air demi kasih sayang ibu kepada anaknya disamping bergantung dengan pertolongan Allah. Lalu ia berulang-alik antara bukit Safa dan Maruah sebanyak 7 kali. Hanya keyakinan kepada Allah sahajalah yang dapat menenangkan perasaan dan hatinya ketika itu. Dengan berkat kesabaran dan keikhlasan menerima dugaan ini, Allah menganugerahkan air. Mereka memuji dan bertakbir sebagai tanda syukur kepada Allah yang telah memakbulkan doa.Inilah berkat pengorbanan dan keyakinan pada allah oleh Nabi Ibrahim sekeluarga dalam menunaikan perintah Allah yang menghasilkan kemanfaatan besar hingga ke hari ini.

Ibadat Saei


Ikhwah Akhawat yang dirahmati Allah,

Ujian kepada Nabi Ibrahim sekeluarga bukan berhenti setakat ini sahaja. Ujian yang lebih besar menyusul yang memerlukan pengorbanan lagi besar iaitu korbankan anak demi menyahut seruan allah s.w.t. Allah memerintahkan untuk menyembelih anaknya yang tersayang. Sedangkan baru sahaja bertemu dan baru seketika bermanja sambil mengucapkan kalimah-kalimah membesarkan dan memuji Allah. Sesungguhnya, Allah yang menemukan dan memisahkan. Allah perintahkan menyembelih anak dengan tangannya sendiri. Oleh kerana ini adalah suruhan Allah yang maha berkuasa lagi maha mengetahui, Nabi Ibrahim a.s melaksanakannya juga dengan sepenuh hati sebagaimana allah s.w.t berfirman:

"Maka ketika anaknya itu sampai (keperingkat umur yang membolehkan dia) berusaha bersama-sama dengannya,ibrahim berkata :"Wahai anak kesayanganku!, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahawa aku menyembelih, maka fikirkanlah apa pendapatmu?. Anaknya menjawab:"Wahai ayah!, jalankanlah apa yang diperintahkan kepadamu, insya-allah ayah akan mendapati aku daripada orang yang sabar".
(As-Saafat ayat 109)

Inilah dua kata-kata yang tiada tolak bandingannya dari segi pengorbanan yang sebenarnya. Kata-kata yang mengandungi ketabahan dan pengorbanan yang hanya dimiliki oleh orang yang penuh iman dan penyerahannya kepada Allah. Walaupun sebelum ini keduanya telah diuji dengan pelbagai ujian tanpa henti, tetapi mereka tetap telah ,berdoa dan akhirnya selamat. Sekarang pula keduanya diuji dengan ujian besar dan diluar jangkaan manusia, iaitu diperintahkan menyembelih anaknya yang sangat dicintainya dan dengan harapan anaknya akan menjadi pewaris dan penggantinya. Namun, keduanya tetap tabah untuk melaksanakan perintah mimpi dari Allah ini dengan ikhlas dan berserah. Tiada kekuatan yang lebih hebat untuk melaksanakan perintah ini selain senjata keimanan dan pengorbanan kepada Allah.

Keduanya pun bersiap untuk melaksanakan penyembelihan ini dikaki sebuah bukit di Mina. Sebelum mereka sampai ditempat ini,iblis yang menyamar sebagai manusia cuba menggoda kedua beranak ini supaya jangan melakukan penyembelihan ini dengan pelbagai alasan antaranya ia perbuatan gila dan Ibrahim gila. Lalu Nabi Ibrahim membaling iblis ini dengan berulang kali ditiga tempat sebagaimana sekarang disebut Jamratul Sughra, Jamratul Wustho dan Jamratul Kubra.

Melontar di Jamrat


Apabila keduanya hampir melakukan penyembelihan, Allah rakamkan peristiwa ini dengan firmannya dalam surah as-saafat ayat 103-111 yang bermaksud:

"Setelah keduanya berserah bulat-bulat (menjunjung perintah Allah itu), dan Nabi Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, lalu kami menyerunya:"Wahai ibrahim !, engkau telah membenarkan menyampai itu ."Demikianlah sebenarnya kami membalas orang yang berbuat baik. Sesungguhnya perintah ini adalah satu ujian yang nyata,dan kami tebus anaknya itu dengan seekor binatang sembelihan yang besar dan kami abadikan baginya (nama yang dikenang) dikalangan orang yang datang kemudian, salam sejahtera kepada Ibrahim!."Demikianlah kami membalas orang yang berbuat baik,sesungguhnya Ibrahim itu termasuk dikalangan hamba-hamba kami yang beriman".


Demikianlah contoh pengorbanan, ketabahan dan keihlasan hamba Allah yang taat. Hasilnya, Allah menjanjikan kejayaan dan kebahagiaan hidup yang bukan sahaja untuk diri sendiri dan keluarga serta zuriat seterusnya, tetapi bermanfaat untuk orang lain yang berkekalan termasuk jutaan jemaah haji yang sedang berkumpul sekarang ini ditanah suci Mekah.

Di sini ana nak meninggalkan persoalan kepada antum antuna semua:

Apakah erti pengorbanan bagi antum?
Perlukah kita berkorban untuk agama sebenarnya? Bukankah orang lain dah berkorban, cukuplah?

Adakah kita berasa leceh dan menyesal jika terpaksa berkorban harta dan tenaga kita untuk berbuat kebaikan dan membantu agama Allah?